Tentang sesosok Ayah…

Dari aku masih berupa seonggok tubuh kecil mungil sampai sekarang, Ayahku  adalah sesosok ayah yang sampai sekarang pun, aku masih ragu-ragu dalam menjelaskannya. aku mempunyai seorang ayah, yang berbadan kecil mungil, berperawakan sedang, serta mempunyai bentuk rambut yang khas.

Dulu, waktu aku kecil, aku mengaku dekatttttt sekali dengan beliau, sampai-sampai, kedua kakakku  bila ingin sesuatu, pasti meminta tolong pada aku, supaya aku menyampaikannya ke ayah.

Tetapi, seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia, jarak pun semakin tercipta menjadi lebar antara aku dengan ayah aku…

Ya,,, mungkin karena tuntutan zaman yang semakin menggila, yang akhirnya juga menyita seluruh perhatian, serta kasih sayang dari ayah aku…

Sampa-sampai, aku pun mulai berpikir yang sama, yaitu, aku menjadi muak dengan keegoisan ayahku .

hal itu terus aku rasakan,, meski udah dicoba berkali-kali untuk memaafkan, tetapi tetap saja berat sekali rasanya..

Dan hal inilah yang terjadi…

Aku mulai menganggap semua yang dikatakan ayahku adalah angin lalu..

Aku mulai berhenti menggantungkan diri terhadap semua yang diucapkannya…

Aku mulai berhenti memaafkannya, dan aku mulai sering menyalahkannya…

jika anda tahu,,, pasti anda mungkin berpikir,,,’wa,,, jahat sekali kamu…’

ya,, memang,, aku pun berpikir demikian…

Sampai akhirnya,,, suatu hal terjadi, dan karena hal itu, aku mulai kembali, dan memutar ulang semua yang sudah pernah aku lakukan untuk dirinya.

dua kakakku sudah memberikan nasihat, teman-temanku pun juga demikian, tetapi, tetap saja, hati ini masih keras.

walaupun, setiap tetes air mata juga udah menjadi bukti suatu kerapuhan, tetap saja aku mempertahankan egoku.

Sampai,,,, sosok itu,,, dia membawa aku ke dalam pikiran yang jernih,,, mengajak aku, supaya mau berpikir dan merasakan seandainya aku menjadi ayahku…

Ternyata,,, banyak jurang-jurang yang harus dilewati oleh ayahku untuk bisa menghidupi keluarganya…

Perjalanannya sangat tidak mudah… Dan selama ini, aku pun hanya bisa menggerutu dan membencinya.

Aku mulai menyadarinya, dan seperti biasa, penyesalan pun datang terlambat…

Sampai sekarang, ayah pun masih berjuang di antara dunia yang semakin keras ini….

Dari situ, aku mulai belajar, untuk mau memaafkan ayahku, mau menerima sikap-sikap dingin ayahku, mau memaklumi setiap omongan-omongan kasar ayahku, mau membalas setiap kebaikan yang sudah ia berikan…

Aku tahu, sampai sekarang, ayah masih bersikap yang sama padaku…tapi, aku juga tahu, ayah seperti ini, karena dia tidak ingin aku mengetahui betapa beratnya beban yang dia tanggung untukku, karena aku mulai mengerti, dia hanya ingin melihat aku berhasil dan bahagia.

Mungkin tulisan ini tidak akan pernah ia baca, tapi, aku yakin, ia sudah mengetahuinya.

Maaf ayah, aku pernah menjadi jahat padamu…

Untuk kalian semua, terima ayahmu apa adanya…

jika ayahmu galak, dia ingin kamu sadar akan perbuatanmu..

jika ayahmu pelit, dia ingin kamu belajar mempertanggungjawabkan semua yang sudah kamu lakukan…

jika ayahmu tegas, dia ingin kamu menjadi sosok yang disiplin

jika ayahmu pemarah, dia ingin kamu menjadi yang terbaik

jika ayahmu sibuk, dia ingin kamu mandiri

jika ayahmu murah senyum, dia ingin kamu selalu siap menghadapi segala situasi

jika raga ayahmu meninggalkanmu untuk selama-lamanya,ingatlah, bahwa di dalam ragamu, jiwa ayahmu selalu ada bersamamu, untuk mengajakmu, mengajarimu, memberitahukanmu, bahwa menjalani hidup ini,,, adalah suatu hal yang LUAR BIASA!





3 Comments »

   -JJ- wrote @ June 10th, 2008 at 5:29 am

osiii.. aku nangis nih bacanya.. kita bertiga bener2 bersaudara ya.. semua pernah mengalami hal yang sama.. :) btw.. siapakah “sosok itu”??

   Anak wrote @ June 12th, 2008 at 3:30 am

ya… inilah yang dinamakan persaudaraan..
suka dan duka, pasti pernah kita alami bersama…
“sosok itu”??
hmmm….
mungkin mbak jes uda taw…

hehehehehehe…^___^

   Anak wrote @ September 20th, 2008 at 9:54 pm

hmm…
aku yang menulisnya, aku sendiri yang melanggarnya.
Maaf, jiwa terlepas dari sangkarnya.

Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>